Tuesday, April 6, 2010

RIBET #7 LAMARAN: KATERING

Awalnya, kami bener-bener clueless mau pake katering apa untuk lamaran. Bagi saya yang singset dan bukan tukang makan ini (T in the background: "Bohooong!"), katering nggak pernah menjadi hal yang signifikan di kepala. Saya kok lebih mikirin bunga, baju, dan hal-hal dekoratif lainnya. Tapi Shinta bilang, "Tamu 'kan nggak makan bunga, jeung! Kalo makanan lo kurang atau nggak enak, celaannya kekal lho..." Makdirodot, iya juga sih. Maka mulai lah saya gali-gali info, dan mendapat nama-nama yang lagi beken sekarang seperti Alfabet, Caterindo, Dwi Tunggal Citra, dsb. 

Saya pun sempat menyambangi kantor beberapa perusahaan katering tersebut demi mengoleksi brosur, daftar menu, tanya-tanya testfood, sekalian comot-comot risol. Kue basahnya katering 'kan enak-enak tuh...

Setelah survey kecil-kecilan, ndilalah Mamah punya ide: "Ini 'kan baru lamaran, tamunya baru sedikit, kita pilih katering yang mahalan aja, Kak!" Norak yah? Emang, tapi tiada yang bisa mengalahkan jiwanya nyokap lah soal begitu-begitu. Maka pilihan pun jatuh ke... Akasya!

Perjuangan dealing dengan Akasya ini cukup panjang. Pertama-tama kami dikirimi daftar menu, lalu saya dan nyokap ribut sejam, menentukan jenis makanan. Setelah sepakat, saya mengkonfirmasi Akasya. Pas dikirim harga balik, kami pusing karena mahal. 

Rombak menu lagi. 

Masih kemahalan. 

Rombak lagi. 

Saya pun menyempatkan diri testfood ke Balai Sudirman bareng Angga dan Mamat demi memantapkan hati (komentar mereka? "Kateringnya Ismaya aja, Lei..." Bayar pake? Bulu hidungmu?). 

Saya rombak menu lagi. Masih mahal, sampai Mamah ngotot minta porsi makanan dibuat sedikit sekali, ngepas dengan jumlah tamu, padahal itu 'kan sama aja bunuh diri. Mamah tetap ngotot. Karena capek, saya pun mewek ngoak-ngoek seperti anak kucing malam-malam buta. Drama!

Di titik kebencian saya terhadap dunia katering, saya ngadu ke Mbak WO. Hahaha, emang, WO saya nih ibarat kata udah jadi ibu suri - saya apa-apa ngadu ke dia. Meski kadang ada motif duit, alhamdulillah beliau penuh logika dan pengertian sekali. Namanya juga udah puluhan kali ngawinin anak orang ya, pengalamannya udah banyak...

Akhirnya, daripada buntu terus, Mbak WO berinisiatif mengatur pertemuan antara Mamah dengan Tante Enny pemilik Akasya. Pertemuannya sih santai, ngupi-ngupi aja, tapi agendanya vital: ngobrolin pemilihan menu dan jumlah porsi yang masuk akal, dari point of view sang katering. Hasilnya? Jumlah porsi menjadi persis dengan teori saya (gubukan harus dikali 4 minimal), sehingga harga total menjadi lebih mahal. Tapi Mamah setuju aja tuh! Kena sihir Tante Enny, kayaknya, sial. Emang deh, kalau anak sendiri nggak pernah didenger, sevvelll...

Menunya sendiri, diantara lain, ada the infamous lontong kikil, Thai steamboat, BBQ Ribs, nasi dengan ikan bakar dan sambal matah, dan berbagai dessert. Semoga hits dan berkenan.

Status Katering: Akasya - beres!

5 comments:

snd said...

akasya! :D
enak.

prin_theth said...

Amin! Eh? Sindy's first comment in this blog! Hurraah *confetti*

Oni said...

Katering Ismaya ajaaahhh..kikikik hmmmhhh slurp slurppp. Gandrung juga enak deh lei, sedikit lebih murah dari akasya deh kalau ga salah..hihihi

prin_theth said...

gue gak dapet gandrung buat lamaran, penuh dese!

deNna - aNdRe said...

akasya enak tuuuh, apalagi sushi - sashimi nyaaa... mmmmmh yummyyyyyy... :D