Friday, April 16, 2010

RIBET #9 LAMARAN: PUT ON YOUR PARTY PANTS AND RING THE ALARM - IT'S H-MINUS-ONE, PEOPLE!


Vwat vwat in the butt?! You heard that right - it's H-1 to my engagement. Ahay!

For those who have been following my stories, kok rasane saya kayak udah mau nikah ya? Mungkin karena saya terlalu semangat berkisah-kasih sebelumnya, sehingga nyiapin tunangan serasa nyiapin nikahan... padahal ini baru sepertiga jalan. Ya yeuk.

I wish I could tell more stories, tapi brengseknya, saya sudah kembali menjadi pegawai, dan baru punya Twitter account pula! (username: rahasia). Akibatnya, saya jadi sok sibuk, dan berbagai kisah drama nggak sempat tercatat di blog ini. Kalau suatu hari anak-anak gue baca ini, maafin Mama ya nak, nggak sempet meninggalkan banyak legacy. Padahal seru-seru lho.

Hokelah, demi menghemat waktu, saya akan update bagaimana persiapannya sejauh ini. Ya harus siap lah ya, wong tinggal sesok.

Venue
Masih disini. Kondisinya udah mulus, cantik, dan cocok disewakan untuk kepentingan sinetron dan kawinan (yes, Insya Allah bakal tetep disewain). Kelemahan: nyamuk dan hantunya masih ganas.

Color Palette
Masih orange-kuning, tapi kayaknya belum sesuai dengan bayangan di kepala. Saya rasa kalo bener-bener mau sesuai dengan bayangan, harus nerbangin Martha Stewart dan Preston Bailey langsung kesini. Florist vendor: originally Ebimoekti, but we went with Safira Maharani at last minute.

Dress
Made in Barli Asmara. And guess what - I don't really like it. Bukan salah Barli sih, gue cuma salah mengartikan sketsa desainnya. Jadi, lagi-lagi, hasilnya tidak sesuai bayangan. Ngek. I feel like Princess Aurora at her wedding ball - so many draperies in one dress! (hampir) menyapu lantai pula! Saya pun hampir menangis. But will I still recommend Barli to others? You bet I would. He's a very nice, fun-loving, smart, and extra-detailed designer. Hanya saja selera kami kurang metsing. 

Makeup dan jilbabe
Irwan, dan Mbak Lilis dari Safira

Guests
Total tamu diperkirakan sekitar 250 orang max, thanks to our huge, HUGE families. How huge? My Dad has 15 siblings, my mom has 7. T's dad has 10, his mom has 7 also. Belum termasuk sesepuh, sepupu, keponakan, dan cucu. T's Singaporean friends are still coming, so my dear single, hungry, girl friends - gear up!

Dokumentasi
Lifestyle

Seserahan
Seserahan T ke saya terdiri dari sembilan macam kue tradisional, segebok pisang, segebok nanas, dan seperangkat songket dan kain brokat. Et dah, buset! Hantaran balik saya ke T terdiri dari tujuh macam kue tradisional, dan seperangkat alat sholat - including a pristine koko shirt from Bin House, which I handpicked myself with all my heart. A personal favorite for sure. Kotak seserahan didapat dari Tante Mira (House of Seserahan) yang super baik hati.

Katering
Akasya

Music
A self-composed playlist from iPod, meski di detik-detik terakhir saya mendengar gosip mau diganti sama talempong Minang.... live. 

Doa dan Restu
Hahaha, Insya Allah udah mentok dari kedua belah pihak orangtua. Pengajian pun udah capcus dilaksanakan tiga hari berturut-turut... meski tujuannya lebih kepada mengusir hantu daripada doain saya. Siyal.

Ketegangan
Kalo di film-film horor, biasanya tokoh yang paling belagu 'kan yang mati paling duluan ya. Nah, itulah saya. Berhubung awal-awalnya super belagu, sok nggak tegang, lima hari terakhir saya malah anxiety attack. Saking anxious-nya, saya nggak bisa makan, dan selalu memulai dan menutup hari dengan tangisan. Bukan karena mikirin pesta lho, because at this point, I don't even care if the event would take place in McDonalds. Saya mewek-mewek karena mikir, "Gue siap nikah nggak yah." Subhanallah, rasanya campur aduk sekali.

T jarang mengerti dan biasanya malah marah balik kalo saya lagi serangan panik, maka kemaren pagi saya nangis perdana di depan bokap. Pokoknya tersedu-sedu sampai masker Prancis saya luntur. Bokap pun menepuk-nepuk pundak (he couldn't hug me because of the mask. Teuteup), mengulang nasehat almarhum nenek Athirah (makin air mancur), dan bilang bahwa, "Kakak jangan takut ya, kakak 24 jam dilindungi sama doa-doanya Bapak dan Mamah. You are in the safest hands." Dan waduk Jatiluhur pun jebol.

Selain berdoa, langkah preventif lainnya adalah selalu istighfar, dan dzikir laahawla walaa quwwata illa billah setiap nonton gosip atau denger cerita-cerita nggak enak tentang perselingkuhan, perceraian, dan skandal lainnya (makasih banget lho ya Andji, Raul Lemos, dan Rifat Sungkar). Saya hanya bisa dzikir dan bukannya kabur, karena tetep pengen ngikutin gosipnya, hihihi...

Burung irian, burung cendrawasih. Cukup sekian, dan terimakasih. Doakan besok lancar ya! Cup!

5 comments:

Oni said...

Laila congrets yaa.. eh btw, kamu ga jadi pake bu sasi? why? ga ada yg burok kan?

Fry said...

Amiiinn ya la amiinnn... Mudah2an pernikahannya berkah, dan Teguh memang orang terbaik, yang ditakdirin buat nemenin loe sampe akhir hayat!

Ellaahh gw baca ginian ketawa campur nangis! ketawa bagian bikin pengajian 3 hari husus buat ngusir setan (yg gw takut jgn2 besok gw ditempelin)

Dan nangis terharu bagian bapak loe ngasih nasehat.. berasa gw yg jd anaknya doi dan lg dinasehatin!!

Mudah2an besok lancar! amin! dan gw yakin mo loe pake baju ala princess aurora ataupun little mermaid, you'll be a gorgeous bride to be..

prin_theth said...

@Nadia: Ohh, nggak kok. Karya doi tetep cantik. Yang burok harganya aja sih, haha... Mau di-save buat nanti aja :)

@Frida: subhanallah, Dayasmin. Doa kamu tulus dan indah banget, aku terharuuu *peluk* Makasih ya darling. Insya Allah lancar, barokah, dan pernikahanku lebih cantik dari pestanya. Duh, kalo begini rasanya gue siap jadi panitia kawinan lo, Fry! Hahaha...

Anonymous said...

eh, sabtu kemarin, La? congratsss! banjir air mata, nggak? :P one step closer to the real thing, yah...hopefully everthing goes well, now and beyond! :)

amesh said...

oh congrats congratssss! *sambil siap2 kabur karena lama gak ngumpulin tulisan, maap yak tante juga lagi agak sibuk nih :P