Hari Minggunya, kami berdua (di rumah masing-masing dong ya) bangun subuh dan nggak balik tidur, melainkan langsung gung-ho hunting seserahan lagi! Part II! Semangat!
---
Morning
Morning
Jam 8.30 pagi, T udah ngejogrok di rumah saya, siap mengantar pergi kekasih hatinya ini kemana saja. Berhubung laper, kami nyabu (nyarap bubur, kaya' Alam...) dulu deh di bubur ayam Senopati.
Sambil ngunyah ati ampela, kami mikir, enaknya kemana ya? Bisa aja sih leha-leha dulu sambil nunggu mall-mall buka jam 10.00, tapi Ibu Ratu ini menolak keras, "Tidak!!! Harus efisien waktu!" *sok dramatis* Akhirnya saya memutuskan, abis nyarap kami pergi ke toko kain di Fatmawati aja.
Jadi, meskipun T udah beli suit di ZARA, hati saya masih nggak endeus. Kaya' masih kurang apaaa gitu. Maybe because I've had bad experience with the quality of ZARA's fabric, jadi hati belum 100% yakin dan sreg. Maka, dengan impulsifnya, saya memutuskan ngasih T dua suit deh buat seserahan. Yang satu ZARA itu, yang satu lagi tetep jait. Hey, a guy in T's age cannot have enough suit you knoww... Jadi, kami harus cari bahan buat setelan jasnya tersebut.
Awalnya kami ke De Moda di Fatmawati, tapi karena nggak nemu bahan jas yang sreg, kami ngacir ke toko tetangga, Alta Moda. Dateng-dateng, saya setel tampang sok penting sambil merintah, "Liat bahan jasnya, Mas, yang paling bagus!". Langsung saya buru-buru dibawa ke ruang rahasianya Alta Moda. Ahahaha... nggak rahasia sih, tapi ruangannya emang terpisah di belakang, dan sama sekali nggak kentara dari depan. Isinya, of course, puluhan rak berisi bahan setelan jas dan kemeja. Semua bagus-bagus. Uwaw, serasa di headquarter penjait jasnya James Bond...
Target kami: mendapatkan bahan jas yang mirip dengan yang di Armani Exchange, yaitu abu-abu muda mengkilap. Alhamdulillah, nemu bahan Trussardi warna abu-abu yang senada, meski kilapnya nggak sama. It's OK. Pasti T bakal tetep keren banget, kaya' paspampres... (lho).
4. Bahan suit kedua untuk T, done!
Rampung milih bahan jas, saya jadi tergoda... apa sekalian beli brokat buat seserahan yaaa? Beli... enggak... beli, mumpung disini... enggak, wong nggak suka kebayaan! Sayangnya, mas-mas India di Alta Moda tampaknya sudah terlatih membaca ekspresi pelanggan yang gamang seperti ini, maka saya pun digeser-geser ke rak brokat Prancis. Gawat! Alamat beli nih!
Fortunately, walaupun udah disodorin bergulung-gulung brokat, nggak ada yang saya suka satupun. Sialnya, sang India pantang menyerah, sehingga akhirnya dese mengeluarkan senjata rahasianya: segulung brokat Prancis warna baby blue dengan motif bunga yang cantiiiiik sekali... Astaganaga! Kain dari surga! Saya langsung terhipnotis.
Sempet mau pingsan juga pas liat price tagnya, nol-nya kok banyak banget... Tapi T bilang, "Nggak apa-apa... Nggak apa-apa..." Huhuhu, Gusti Allah, kenapa pacar saya ini suka kelewatan baiknya... Maka dengan mengucap basmalah, dibeli deh 1,75 meter, hihihi.
5. Brokat Prancis untuk Lei, done!
Dari Alta Moda Fatmawati, kami berguling ke Plasa Senayan. Berhubung saya bener-bener nggak tau mau beli apaan, akhirnya kami pura-pura jadi hartawan ngider ke Prada, Miu-Miu, Gucci, Tods, dan sebagainya, padahal pola pembicaraan dengan pramuniaganya begini melulu:
L: Koleksi terbarunya mana Mbak?
Mbak: Oh, yang ini Bu.
L: Fall winter ya?
Mbak: Iya.
L: Bagus ya. Tas yang ini berapa?
Mbak: 28 juta, Bu.
L: Iya, bagus. Oke deh, sebentar saya balik lagi ya.
Tentu saja, saya langsung melipir dan nggak balik lagi!
Setelah nggak dapet apa-apa di lantai satu, kami bergerak ke Linea di lantai dua. Kebetulan T memang mau sepatu kantor hitam buat seserahan, dan Linea pas lagi diskon. Dalam waktu singkat, T dapet apa yang dia mau. Enak ya jadi cowok? Kayaknya kalo pilih barang tinggal merem. Kalo kata orang, men don't shop, they buy. How true.
6. Sepatu kantor hitam buat T, done!
---
Noon
Sekitar jam 12 siang, kami serasa abis puasa tiga hari non-stop. Lapernya maakkk, nendang! Maka kami memamah biak dulu di Warung Kita, ground floor Plasa Senayan. Saking lapernya, makannya nggak pake ngobrol atau napas. Rasanya nasi sepiring mau dikokop kaya' nyeruput kuah ramen, hihihi.
Kenyang makan, kami menggelinding ke mall berikutnya: Grand Indonesia. Nah kalo ini mendingan deh, karena saya punya tujuan mau kemana - Level One.
Sebenernya saya nggak ada inceran khusus di Level One, tapi entah kenapa, di bulan kemerdekaan ini, saya terinspirasi pengen menyelipkan 1-2 barang lokal di seserahan. Hati sih kepingin tenun ikatnya Ghea Panggabean atau sepatunya Adesagi, tapi dompet berkata Level One ajuah.
Bukan berarti barang Level One murah juga sih, buktinya, harga tas idaman saya di Mimsy tetep out of budget. Sedih deh. Walaupun udah keluar-masuk toko-toko lain di Level One, nggak ada barang lain yang saya pengenin seperti tas Mimsy itu. Sempet mikir, apa beli clutch-nya yang lebih murah aja ya? Tapi buat apa? Saya nggak butuh cocktail clutch, kok. Nggak boleh maksa dong ya. Hhhh. Akhirnya dengan berat hati, saya lepaskan impian beli tas kulit ular tersebut. Maybe next time, Mimsy darling.
Diluar rencana, saya malah kecantol flats-nya Naima. I don't know about quality, but their designs are seriously cute, affordable pula. Much love for Naima's flats, deh. Seiring dengan pujian tersebut, maka sepatu mereka saya borong dua pasang buat nambah-nambahin seserahan. Tahniah!
7. Two pairs of flat shoes, for Lei. Done!
Remember our conversation about electric shaver? Hari itu, kami wujudkan pembelian shaver untuk T tersebut di Best Denki GI. Karena mau yang long-lasting, kami pilih yang Braun, tapi electric shaver merk Braun sendiri ada macam-macam jenis dan harganya. Mau yang seri 3, 5, 7, atau 9? Mau yang double blade atau single blade? Mau yang ada indikatornya apa nggak? Mau yang bisa dibersihin secara otomatis? Mau yang bisa masak dan nyetrikain baju?
Kami sempet gamang lamaaa sekali sampe embak-embaknya empet, tapi akhirnya, jiwa borjuis nggak bisa dipungkiri: kami pilih yang seri 7, pilihan kedua termahal di display Best Denki tersebut. Hahaha, kampret.
Tapi tau apa yang lebih kampret? Dititik shopping adventure ini, kartu kredit saya di-decline. Hahaha, maksimal banget nih belanjanya sampe CC gue overlimit! Siaaaal. Terpaksa, T dulu yang bayarin. Padahal perjanjiannya, barang buat saya yang bayarin T, barang buat T yang bayarin saya.
8. Shaver elektrik untuk T, done!
---
Night
Karena kaki udah pegel, punggung udah encok, dan dompet udah kempot, kami memutuskan bahwa belanja seserahan untuk hari itu harus segera disudahi. Tapi sebelumnya, kami musti mendapatkan barang gong-nya T terlebih dahulu, yaitu koper.
Sebagai engineer-cum-konsultan sok sibuk, tiada bulan berlalu tanpa business trip bagi T. Pokoknya dia seriiing sekali bolak-balik keluar kota untuk jangka waktu 3-4 hari. Mirisnya, T nggak punya koper kabin yang kecil. Dia punyanya koper agak gede, yang untuk travelling semingguan. Akhirnya selama ini T minjem cabin luggage punya saya, meski bentuknya tidak ideal karena nggak ada laptop compartment-nya.
Jadi pas lah kalo T dikasih cabin luggage untuk seserahan.
Minggu-minggu sebelumnya, kami sempet survey ke berbagai tempat, termasuk Samsonite yang lagi diskon, tapi sayang, T nggak nemu yang bentuknya pas. Ealah, Alhamdulillah wa syukurilah, hari itu kami nemu cabin luggage Delsey yang OK, compact, dan berdiskon di Grand Indo. Horeee! Asli, jatohnya murah banget, sampe-sampe brokat Prancis saya jadi jauh lebih mahal. Jleebbb.
Meski senang dapet koper bagus bin murah, saya nggak kebayang gimana cara ngebungkusnya untuk dibawa pas seserahan nanti.
9. Cabin luggage untuk T, done!
---
Dah selesai! Halas! Finish! Sampai jumpa di perburuan berikutnya!

4 comments:
Huaaah...kebayang deh gimana capeknya seharian nyari barang seharian, tapi kalo cewek shopping seharian juga masih kurang ya ngga? untung yayangnya sabar nemeninnya yaa
Kemaren sih pegel banget Mbak, pengen udahan :D Iya pacarku semangat, 'kan belanjanya buat dia jugaaa hehehe.
Wooow!
Akika bacanya aja udah pegel, apalagi bener2 shoppingnya. God bless T!
Ih, jangan tanya pegelnya Boli. Gue sampe pengen balut badan gue kaya' mumi tapi pake koyo. Semogaaa laki gue rejekinya gede krn sabar beneeer...
Post a Comment