Siapa yang nggak pengen tampil jelita mentok di hari pernikahannya? Tapi nggak gampang juga ya mewujudkannya, berhubung kejelitaan kita masih berada sepenuhnya di tangan orang lain, alias perias. Maka nggak heran, banyak penganten yang tekanan mental nyari perias.
Untuk acara adat dan akad nikah, mau nggak mau saya musti pasrah sama dukun manten, meski awalnya males. Bukannya menjelekkan pamor dukun manten ya - sumpah mati, saya jangan dikutuk jadi kodok - tapi menurut akyu, dandanan dukun manten tuh sering kaku. Padahal, makeup bukanlah seni yang 'saklek' sepanjang jaman. Percaya deh, yang saklek sepanjang dunia akhirat hanyalah agama dan kitabnya (saelah! Susah nih, ustajah!), sementara yang lain bisa berubah.
Sayangnyaaa... banyak dukun manten sepuh yang ngotot nggak mau merubah stylenya. Pokoknya dandanan kita harus menyerupai penganten Jawa abad 18, dengan dalih bahwa hanya dengan gaya tersebut 'aura' penganten kita bisa keluar.
Atas dasar tersebut, tadinya saya kepengen pake makeup artist aja - bukan dukun manten - untuk semua acara. Tapi, setelah ketemu dukun mantenku, Tante Hetty, alhamdulillah pandangan ekke berubah 180 derazat. Bagi saya, beliau adalah dukun manten yang sangat bisa memegang pakem adat, tapi makeupnya tetep luwes dan modern. Dandanannya nggak template dan beliau merias sesuai dengan karakter muka masing-masing penganten. Apalagi temen saya Nadia bertestimoni bahwa peralatan lenongnya Tante Hetty sungguhlah up-to-date, diboyong dari surga duniaku: Sephora. Aaaaargh...
Yang tadinya ogah-ogahan didandanin dukun manten, Insya Allah kalo sama Tante Hetty jadi mantep.
Nay! Numpang majang foto geulis jej disindang yah!
Nadia dan Tante Hetty :)
So, dangdanan acara adat dan akad nikah beres lah ya.


2 comments:
Horreee ada akyuu! Ah alat bedendong tante hetty pasti bertambah ciamiks, doski baru dari yu-es-eh kan? pasti udah bersemedi di surga kita bersamo SEPHORA..
Iyaa, moga-moga yah. Pulang dari USA, doski bawa mik-ap dari Sephora segerobak!
Post a Comment