Disclaimer: the gorgeous invitation cards below are NOT mine. Berikut hanyalah beberapa karya dari vendor undangan saya, yang cukup bikin hati meringis iri.
Banyak capeng yang menyatakan bahwa mereka nggak mau undangan yang heboh-heboh karena akan mubazir, buang duit, toh esensinya nggak disitu endebray-endebrey, termasuk saya sendiri. Tapi jujur deh, jikalau ente punya sumur duit, pengen nggak siiih bikin undangan cantik pake kertas impor lengkap dengan laser cut rumit yang memenuhi lembaran-lembaran undangan ente? Kalo ana sih jangan ditanya! Ya pasti pengen!
Click to enlarge
Laser cut! Glorious laser cut! Dari dulu, mamak ai nih selalu ngidam bikin undangan yang kertasnya dihias pake teknik laser cut. Nothing too extravagant, a simple white-on-white laser-cut paper will do, and this is the perfect example. Very sweet and classy. Nggak heran, waktu nemu kartu undangan ini dipajang di kantor vendor undangan kami, beliau langsung menimang-nimangnya lamaaa sekali. Mungkin waktu gue baru lahir, ditimangnya juga nggak semesra itu deh.
Sayang, mahal berat deh boo... Mau jual diri dulu juga kayaknya nggak bakal sanggup...
Click to enlarge
This is another example of a laser-cut invitation card, tapi agak lebih cadas ya seus, soalnya pake karton tebel. Keliatan deh ribetnya musti membentuk daun-daun berguguran tersebut. Pwetty, tapi mamaku tetep naksir gambar pertama tadi. Lebih manis meureun yah.
Click to enlarge
Afa-afaan ini? Agak nggak sopan ya ni undangan, kok bisa pop-up beginih?! Lucu amat? Dan yang paling sialan, kok bisa ada duitnya?! *hawa sirik mulai nggak ditahan dalam hati* Ya iyalah ya seus, lokasi fotonya aja di Pakhee (baca: Paris). Pasti mereka bikin undangan ini tinggal dikepret. Anyway, meskipun hawa internasyonale-nya cukup kuat, I won't mind a pop-up invitation for myself, as long as it's classy, fun, dan nggak norak. This is a pretty good example lah, if I may say.
This is another example of a pop-up invitation (tapi bukan buatan vendor saya), untuk sebuah kawinan lokal. Pesta pernikahannya mengambil tema film Up, jadi penuh balon-balon disana-sini. Untung bagus dan lucu lho, nggak jadi kaya' pesta ulang taun balita.
Click to enlarge
Sempet kepikiran yah. Sebenernya kendala bikin undangan yang lucu-lucu tuh bukan cuma di duit dan kemampun vendor, tapi yang terbesar (buat saya) adalah dari orangtua. Saya sih bisa dikemplang kalo berani bikin undangan lucu-lucuan dari photobox, atau pop-up seperti undangan Up diatas ini deh. Katanya malu sama sepuh-sepuh. Wong saya tadinya nggak mau pake 'basmalah' aja ditoyor!
Click to enlarge
Satu lagi undangan nggak sopan yang dipajang oleh vendor saya. Saking nggak sopannya, motretnya sampe gemeter dan fotonya blur hihihi. Ini kotak undangan yang harus dikirim sepaket ke masing-masing tamu. Isinya, informasi resepsi di sebuah scroll kertas, dan souvenir berupa tiga botol parfum. Parfumnya bukan She Cologne, Pucelle, atau minyak Lailatur Qadr yang buat Jum'atan itu yah, tapi beneran Bvlgari atau Chanel. Plusnya: pas acara resepsi nanti, penerima tamu nggak usah repot bagi-bagiin souvenir ke tamu. Soalnya udah included di undangan. Minusnya: ente kira-kira aja sendiri, berapa biaya bikin ginian, plus hand delivering ke masing-masing tamu! Mungkin seharga resepsi sendokir ya!
Saya pernah dapet paket undangan sejenis, tapi agak lebih 'sopan'. Bentuknya kotak kayu juga, tapi lebih kecil. Di dalam tutup kotak kayu tersebut, tertulis informasi resepsi (nama, tanggal, tempat). Nah, selain informasi resepsi, kotak kayu itu juga diisi oleh 'souvenir' dari mempelai, yaitu tiga paket (bukan tiga celupan) teh Dilmah. Saya nerima undangan tersebut waktu jaman kuliah, dan berkesannya sampe sekarang lho... Ah...
Nah terus undangan saya sendiri seperti apose?
Seperti yang pernah saya mention, kartu undangan saya akan sangat simpel dan cuma selembar. Gara-garanya, saya pernah dapat undangan nikah anak seorang konglomerat Jakarta (sa'elah!). Nikahnya juga mewah-mewahan. Canggihnya, undangannya cuma selembar dan super, super simpel, tapi semua dengan kualitas terbaik: kertasnya impor, embossnya rapi dan bagus banget, desainnya juga super classy. Jadi, meskipun simpel, undangan tersebut berasa 'mahal' di tangan. We actually know for sure it is not cheap.
Tanpa ragu, tanpa ba-bi-bu, saya langsung mau mengikuti jejak om konglomerat tersebut (gayaaa...). Dan kayaknya, it's becoming a trend juga, karena saya jadi nemu banyak yang modelnya begitu.
Undangan saya cuma selembar untuk resepsi, tapi ditambah sisipan acara akad dan adat untuk keluarga dan kerabat dekat.
More or less seperti undangannya temen saya, Tisha, ini:
Click to enlarge
With different design, of course.
Kesimpelannya bener-bener saya jaga. Nggak ada tulisan Arab, nggak ada doa nabi, nggak ada surat Ar-Rum, nggak ada foto, nggak alamat keluarga mempelai, nggak ada gelar, nggak ada nama panggilan - minimalist at its best, supaya muat cuma selembar. Tapi, on the other hand, saya milih kertas impor terbaik, desain terbaik, embossan terbaik, tinta terbaik, pokoknya terbaik sekuat kantong deh.
Alhamdulillah, dari dummy terakhir yang saya pegang, hal tersebut cukup tercapai. So simple, yet, with the best quality possible. Ihiiiy...




16 comments:
Wah,, ngencesss liat undangannya.. hihiy.
Gud luck y mb lei bwt wed prepnya.. Semoga semuanya lancar..
:D
hiks la, bargainku kurang kuat biar undanganmu yg di jbi serupa temanya (hidup minimalis!). punten ya. jadi dejavu undangan yg di bdg dulu, kertas putih, ga pake gelar, ga ada arab, ga ada arruum, langsung keluarga bla bla dan keluarga bla bla mengundang... bahkan ga ada terima kasihnya ala undangan barat tea. untung ga ditoyor..hihihi
Ochie: aamiin, makasih yaa, you too! Gue gak sabar lho liat baju Myrna-nya.
Kak Mia: Sumpah nggak apa-apa kaak... Dari ceritanya Dedek, kayaknya Anggut-Uci emang maunya undangan Jambi lebih rame dan lengkap, sebagai 'pembalasan' undangan Jakarta yang simpelnya keterlaluan haha... Aku ngerti lah, dan gpp juga :D
Liat undangan Bandungnya dong Kakk :)
Sama sama sama!!! Undangan gw juga cuma selembar, dengan design background full emboss, amplop dgn inner lining, tanpa embel2 gelar, tanpa bhs arab, tanpa doa2, tanpa alamat...
Cuma gw tambahin informasi nomer rekening buat yg mau nyumbang penganten dgn tur bulan madu ke bora-bora aylen *plis ikutan nyumbang dong yah*
Anjrit, nggak kepikiran *buru-buru repisi buat masukin nomer rekening ke undangan*
ya ampun yang tema Up!... *mengehela napas*
embeeerritaaa
undangan laser cut yang pertama banget itu kereeen yaa..aku naksir!!
kayaknya sekarang lagi jamannya ya undangan yang cuma selembar dan super simple. klo semuanya best quality sih pasti tetap akan terkesan elegan..can't wait to see yours :)
Fika: Pastinyaaa... menawan hati banget deh tuh undangan yang pertama. Dan laser cut tuh ternyata gak bisa sembarangan ya. Ada yang abal2, judulnya emang laser cut, tapi hasilnya kasaar beuneur
undangan gue banget tuh. cuma selembar ga pake huruf arab, ga pake arrum, ga pake alamat ortu, ga pake gelar :p
untung kesampean waktu nikah tahun lalu :)
lei, aku juga mau undangan simple putih, bersih gitu... tapi apa daya, klo di jmb, undangan ga meriah endebre endebre tralala, dibilang ga pesta.. mau model pelaminan simple cuma pake kain sama standing flower aja, di nyap2in mbak ku... dohhh....
btw, ide nyumbang pengantenya nyontek yaaa... :p
Hahaha aduh itu mah udah pasti, hukum wajib fardhu 'ain yaaa... Untuk resepsiku yg di Jambi undangannya juga lebih rame, meski warna masih kalem sih hehe... sok atuh, sontek-sontek sazaa
halo lei, salam jumpa :)
laser cut cuantikk banget ya, tapi ember bikin bangkrut. wkwkwk.
anw, aku copy gambar yang pertama buleh yaa?? ga kuku liatnya :))
ningnung: bowleee :)
bu,boleh minta kontak yg buat undangannya?
saya setuju sama :
"Nggak ada tulisan Arab, nggak ada doa nabi, nggak ada surat Ar-Rum, nggak ada foto, nggak alamat keluarga mempelai, nggak ada gelar, nggak ada nama panggilan - minimalist at its best, supaya muat cuma selembar. Tapi, on the other hand, saya milih kertas impor terbaik, desain terbaik, embossan terbaik, tinta terbaik, pokoknya terbaik sekuat kantong deh.
tapi kira2 berapa ya harganya? terima kasih banyak
adon_banks@yahoo.com
FB : adon amrin
OK, nanti saya japri aja ya.
Post a Comment