Thursday, October 28, 2010

MENYERAHKAN SESERAHAN

H-16, dan seserahan gue belum 100% rebes aja lho, makasih.

Secara keseluruhan, seserahan T ke saya dan angsul-angsul saya ke T sangatlah sederhana. Barangnya dikiiit, kebanyakan 1 kotak = 1 barang, bukan 1 kotak = 1 paket. Kami bukan Jawa sih ya, jadi nggak ada pakem khusus dalam urusan seserahan. And it kinda works for us, karena pada akhirnya kami fokus di kualitas, bukan kuantitas.

Sebagai rangkuman, berikut adalah angsul-angsul saya untuk T:
Kotak 1: sepatu formal
Kotak 2: electronic shaver + toiletries
Kotak 3: setelan jas + kemeja + dasi
Kotak 4: iPad
Kotak 5: cabin luggage a.k.a. koper aja gitu cyin
Kotak 6: kue
Kotak 7: kue
Kotak seserahan: House of Seserahan

Angsul-angsulnya T dibungkus di House of Seserahan karena saat lamaran dulu, saya beli kotak seserahan dari mereka. Nggak mungkin ya, kotak-kotak sebagus itu diniatkan hanya sekali pake. Jadilah, untuk nikah ini, kotak-kotak tersebut dipake lagi, hanya dengan pita dan bunga yang berbeza. Apalagi jumlah kotak yang dipake saat lamaran dulu sama dengan yang akan dipake nanti, yaitu 7 kotak.

Eh, satu kotak harus diganti deng. Dari ukuran standard menjadi ukuran raksasa untuk nampung kopernya T. Tadinya saya kira kopernya T nggak perlu dikotakin, dihias aja, tapi Tante Mira bilang  bisa dicoba bikin kotak raksasa. Saya pun mulai mengira-ngira, siapa sodaranya T yang bakal ketiban apes ngegotongnya nanti...

I love HoS' beautiful boxes and packaging with all my heart, but let me tell you something: menurut saya pelayanan mereka agak kurang. Sebenernya, HoS adalah usaha besannya Tante Mira yang berpusat di Cempaka Putih. Jadi, markas HoS yang di Kemang (rumah Tante Mira ini) hanyalah markas cabang, untuk membantu memperluas usaha sang besan tersebut. Mereka hanya terima pesanan, yang akan diteruskan ke Cempaka Putih. Sayangnya, HoS Kemang hanya dioperasikan oleh Tante Mira seorang, dan dese adalah ibu-ibu aktif yang hobi melancong keluar negeri dan bikin kegiatan arisan / nari chacha malem-malem (beberapa kali saya kesana malem-malem, dan sakseis terjebak dalam situasi ibu-ibu arisan sambil goyang chacha). Akibatnya, urusan pemesanan kotak-kotak seserahan kadang agak keteter. Asisten yang membantu di rumah pun masih sebatas ART, yang sering nggak konek kalo dititipin pesen. 

Jadi kesimpulannya, again, I love HoS' boxes, but I'm not impressed with their service.

Semalem saya sudah narok semua barangnya T disana, dan udah DP. Karena saya cuma menghias, tanpa beli / sewa kotak (kecuali bikin kotak untuk koper itu, kalo keburu), total kerusakannya murah deh cin. Akika senang.

Sementara, berikut adalah seserahan dari T untuk saya:
Kotak 1: underwear + lingerie
Kotak 2: party stilettos + clutch
Kotak 3: heels + brokat kebaya + batik (belum ada batiknya!)
Kotak 4: kamera (belum ada juga!)
Kotak 5: bando Bugis emas (apalagi ini!)
Kotak 6: shoulder bag
Kotak 7: mukena (belum dateng pesenannya!)
Kotak 8: songket Jambi dan songket Padang
Kotak 9: sepatu jalan
Kotak 10: kue
Kotak 11: kue
Kotak 12: kue
Kotak 13: kue
Kotak seserahan: The Box

Kebalikan dari HoS, saya nggak terlalu suka sama kotak-kotak seserahannya The Box, but I absolutely j'adore their service. Capcus, mak! Mungkin karena The Box lebih berpengalaman, atau mungkin karena saya berurusan dengan kantor pusatnya (Cilandak), bukan kantor cabang (Tebet). Apapun alasannya, pelayanan mereka sungguh cepat, efisien dan telepatik. Kenapa telepatik? Karena kadang, saya belum ngomong apa-apa, si embak udah tau maksudnya.

"Jadi saya mau yang, mmm gini lho..."
"Oya ya ya, saya ngerti!"
"Ntar dulu Mbak, maksud saya yang--"
"Oke Mbak, saya ngerti, udah sering kok!"

Dan nggak sotoy, karena mereka beneran tau mau saya apa. Telepatiii...

Kenapa saya pilih The Box? Karena dompet kami bakal nangis darah kalo semua kotaknya pesen di HoS. Mihil! Jadilah, kotak seserahan saya, yang jumlahnya lebih banyak, diserahkan kepada vendor yang slightly cheaper. Aslinya saya pengen semua kotak seserahan berasal dari vendor yang sama, dan lokasinya deket dari rumah, biar praktis. Tapi meski HoS lebih deket, lokasi The Box pun masih selemparan kolor. Jadi masih OK lah.

Kemaren saya juga udah narok sebagian barang-barang di The Box, bayar DP, sekaligus menentukan desain kotaknya. Senengnya, kalo di The Box tuh barang seserahan orang-orang lain digeletakkin dimana-mana, jadilah saya gatel intip sana intip sini. Mulai dari Clear sampe L'Occitane, dari Gucci sampe Tajur. Kepo!

2 comments:

ita said...

mbak lei, abis itu kawin sama aku yuk?!
*ngarep angsul2 no.4 :D

*tampar diri sendiri, sadar.. :p

prin_theth said...

Ayooo! :D Tapi aku tetep minta seserahan kamera dari kamu yah! Kekekek