Friday, March 19, 2010

RIBET #3 LAMARAN: WHAT WE WEAR pt. 1

Rencana Awal
Dalam pikiran saya, dress code should be light. Semua tamu, termasuk saya sendiri, nggak pake baju adat. Instead of kebaya, the ladies should be wearing modest dresses, kaftans, or tunics. Instead of batik or suit, the gentlemen should be wearing baju koko or also tunics. Dan yang paling diidamkan, tamu-tamu inti warna bajunya satu palet (ngarepnya).

Rencana Tinggalah Rencana
Mamah mendelik ketika mendengar rencana saya 'mendikte' handai taulan dalam hal berpakaian. "Sodara-sodara Bugis kamu itu bakal dateng pake baju apapun yang mereka mau, tau!" Bener juga sih. Pada kenyataannya, mayoritas keluarga saya akan datang pake baju apapun yang mereka mau, terutama generasi sepuh dan generasi om-tante.

Grrah... Semua ini gara-gara acara lamaran sepupu saya dua tahun lalu. Saya selalu iri berat mengingat rombongan lakinya datang berseragam. Keluarga CPP-nya itu emang niat banget, tapi jadi keliatan rapih sekali di foto. Gimana ya caranya? Apa para om-tante harus dihipnotis satu-satu? Huh, makdikipe!


Pada Akhirnya...
Setelah adu pencak silat sama nyokap, beginilah dress code para handai taulan yang disepakati:

Om dari pihak bokap:
Kemeja putih + jas hitam + sarung Bugis + kopiah
Om dari pihak nyokap: 
Sama
Sepupu laki: 
Sama
Tante dari pihak bokap: 
Terserah aja!
Tante dari pihak nyokap: 
Terserah juga
Sepupu perempuan:
Terseraaah...
Sahabat laki-laki: 
Kemeja putih + jas hitam + sarung Bugis + kopiah juga
Sahabat perempuan: 
Lagi-lagi terserah, tapi nggak perlu kebaya ya, manis. Kaftan cantik, deh (maksa terselubung).

Berlaku untuk pihak Lei maupun T.

Ada apa sih dengan setelan jas + sarung itu?
Kemeja putih, jas hitam, sarung Bugis, dan kopiah / peci hitam adalah kostum standarnya orang Bugis kalau hajatan. Ada yang bilang, mirip kostum hajatannya orang Betawi. Mungkin aja ya. Saya sih nggak tau apakah Bugis ada kesamaan rumpun dengan Betawi. Mungkin sama-sama asik (cih...).

Beginilah penampakannya (me and my cousin - ignore the pose).


Seluruh keluarga laki dari pihak Bapak tentunya sudah punya sarung Bugis. Tapi keluarga Mamah 'kan orang Sunda, jadi mereka nggak punya. PR saya adalah menyediakan sarung tersebut untuk mereka. Ngok.

T 'kan orang Minang, kok rombongan lakinya berkostum Bugis juga?
Ketika saya dan Mamah sudah sepakat dengan kostum untuk anggota keluarga laki, Mamanya T belum. Ketika saya sampaikan ini ke Mama T, beliau kayaknya seneng dengan perpaduan kostum tersebut. Mungkin karena nggak biasa ya. Bosen 'kali kalo batik lagiii... jas lagi... Trus, setelah beliau konfirmasi ke Papa T, katanya orang Sumatra Barat kostum hajatannya juga serupa, tapi sarungnya aja diganti dengan sarung Padang (emang ada?). Alhasil, begitulah -- untuk sementara, kostum laki-laki keluarga T juga kemeja putih + jas hitam + sarung + kopiah hitam. 

Meskipun demikian, saya dengar akan ada perubahan lagi dari keluarga mereka. Yah, ditunggu deh.

Terus, temen-temen lo juga dikostumin begitu?
Ibarat kata Meggy Z., terlanjur basah, ya udah mandi sekalian. Keluarga terlanjur berkostum Bugis, ya sekalian lah temen-temen kita kompakin juga! Sahabat laki-laki saya berjumlah sekitar 4-5 orang, dan kami bener-bener tight (caelah) sejak satu dekade lalu. Jadi saya pengen mereka "ditandai" sebagai tamu istimewa dengan dikostumin begitu.

Sementara sahabat-sahabat T adalah cina-cina Xinjiapo (YES - the whole troupe will fly all the way from Singapore. Baik banget ya?) yang pasti akan seru sekali kalo dipakein sarung dan kopiah. Dan lagi-lagi, ini adalah bentuk penghormatan dan terimakasih kami, sehingga mereka diseragamin sama dengan keluarga inti. 

Mereka akan bawa kemeja putih dan jas sendiri, sementara saya akan membelikan mereka sarung Mandar palsu yang harganya murah, hihihi.

You boys are family, lah.

(Yang cecewek, bukannya lo pada nggak disayang, tapi gimana cara gue nyeragamin kalian, masa' jait baju?)

2 comments:

deNna - aNdRe said...

sarung minang itu maksudnya songket kan?? hihihihi... seruuuuu kalo bisa seragaman gitu... tapi cewek2nya pake apa neeeeeh?? hohohoho...

prin_theth said...

kayaknya bukan songket deh! gue sendiri belum pernah liat haha... kalo nggak salah sarung biasa, tapi motifnya aja yang beda.

yang cewek-cewek bebaaass, sebebas merpati...