Friday, March 19, 2010

RIBET #3 LAMARAN: WHAT WE WEAR pt. 2

Calon pengantennya sendiri pake baju apa?
Nah, ini dia yang heboh.

Awalnya, Mamah pengen saya bikin baju di seorang penjait / desainer tertentu (sementara kita sebut sebagai A). Saya tolak mentah-mentah, karena menurut saya, bikin baju disana terlalu ekstravaganza untuk lamaran doang. Memang, berhubung nyokap belum pernah ngawinin anak, beliau cenderung underestimate things. Oke lah, sekarang kami masih mampu bikin baju di A, tapi pengeluaran ke depan masih banyak lho, Mah.

Dan bener 'kan, hari ini nyokap berencana ngerampok bank karena saldo tabungan nyaris minus melulu.

Singkat kata, saya ngotot nggak mau jait di A, dan mau nyari penjait / desainer dibawah itu.

Setelah berhari-hari semedi, akhirnya saya terinspirasi mengontak seorang desainer yang kayaknya lumayan - untuk sementara kita sebut sebagai B. Dari hasil penyelidikan, B terlihat cukup versatile, muda, has a clean and understated style, dan diakui sebagai a budding talent di bidangnya. Caelah! 

Pertemuan #1
Pertemuan pertama kami cukup menggoda - berkesan baik dan profesional. Kami membahas palet warna dan skema kerja. Disini saya cukup terkesan, karena nggak semua desainer muda merencakan skema kerjanya dengan rapih (I'm looking at you, Sapto). Di pertemuan pertama ini, kami sepakat bahwa yang bikin baju di B itu saya, adek saya, dan T. Mamahku sendiri memutuskan jait di penjait andalannya di Slipi, karena katanya handal membuat bodi buntelnya terlihat agak singset. Baiklah. 

Harge Muke Gile
Nggak lama setelah pertemuan pertama, penawaran harga dari B datang... dan saya pingsan-bangun sampe tiga ronde. Mahal sekali, mak! Saya sih mengerti value seorang acclaimed designer ya, tapi tentu saja T ngamuk.

Singkat kata, dimulailah negosiasi alot antara saya dengan B. Setelah lempar-lemparan e-mail sampai 3-4 kali, akhirnya tercapai kata sepakat, dan kami bertiga tetap jait baju di B walau masih miris liat harganya. Ya udahlah ya, duit nggak dibawa ke kubur! Ntar juga ada lagi! *a mantra that will be repeated thousands of times, demi menghibur diri* 

Pertemuan #2
Pertemuan kedua, saya menggeret adek dan T ke markas B. T ngomelnya panjang lebar. Apa pasal? Meskipun lelakiku ini sebenernya pria penakut yang histeris kalo ditomprok anak kucing (it has happened before), dia dibesarkan dalam lingkungan yang sangat macho dan manly. Akibatnya? Bisa ditebak lah: cinta olahraga, becandaannya bisa bikin cewek nangis tersinggung, dan homophobic. Makin lenjeh, makin benci. Poin terakhir menyebabkan saya setengah mati nyeret dia ke markas B, berhubung B is a very pretty guy, dengan tutur kata yang sehalus kulit mukanya. Pas akhirnya sampe sana, T buang muka saat salaman. Duh, ampun, bikin malu aja deh. Couldn't he be less prejudice?

Meski demikian, pertemuan kedua kami cukup lancar. Agendanya sendiri adalah ngomongin desain. B sudah siap dengan tiga alternatif desain baju saya, sementara untuk T dan adek, B langsung nge-sketsa depan kami saat itu juga.

Untuk desain, seperti yang udah saya bilang, kami nggak mau kebaya. Saya sih naksir banget sama sebuah modifikasi baju kurung / tunik rancangan Musa Widyatmodjo yang ditemukan di majalah Dewi edisi jebot,


Gambar ini pun saya tunjukkan ke B. Tapi B nih gayanya lebih modern, dan desainnya tidak terpengaruh dengan referensi ini tuuh... hihihi.

Si adek dibuatkan desain dress panjang dengan model bahu asimetris, tapi tidak yukensi dan cukup sopan untuk dipandang nenek-nenek dari Makassar. T dirancangkan satu setelan yang terdiri dari kemeja batik ATBM, celana panjang biasa, dan jas yang modelnya semi-beskap (maksudnya biar T kaya' model iklan Tenun Baron, gitu - you wish). Saya sendiri dibuatkan baju terusan panjang juga, seperti dress tapi baju muslim. 

Palet warna saya dan adek peach-salem, sementara T coklat (B mengerenyit sewaktu saya bilang palet warna dekorasi kami autumn colors. "Baju kamu jangan oranye juga ya! Ntar nyatu lagi ama tenda..." Ih, iya juga cuy!).

"Millions of peaches, peaches for me!"
Ini referensi warna dong ya, bukan desain

Tidak ada yang pakai kain tradisional - batik, songket, maupun sarung.

Liatlah tampangnya T sewaktu lagi diukur oleh asistennya B. Sungguh enjoy, bukan? Untung asistennya. Kalo yang ngukur B, kayaknya bakal digebok. Jangan gitu ya, sayang ya, pujaan hatiku ya? Kalo kamu gebok-gebokan, ntar kita lamaran pake baju daster, lho!

"Kill me, already!"

Sementara Mamah nun jauh di Slipi sana membuat baju kurung biasa, yang akan dipadukan dengan sarung Bugis. Bapak, yang juga akan pake setelan kemeja putih + jas hitam + sarung Bugis, bakal beli jas di mall saja. 

I want my pertemuan #3!
Gara-gara si B pake fesensow-fesensow segala, pertemuan kami berikutnya cukup tertunda, sehingga membuat hati saya senewen sekali. Perut saya pun kini terlanjur membuncit keleweran, padahal saat diukur dulu, B berujar halus tapi menusuk, "Lingkar pinggangnya dijaga ya..." Kemprul. Belum lagi mendadak nggak PD, takut nenek-nenekku dari Makassar menghujat saya dan adek pake dress-dressan...

Sampai sekarang saya masih menunggu janjian berikutnya untuk fitting pertama untuk kami bertiga. Sementara waktu sudah tinggal berapa lama lagi, saudara-saudara? Sebulan lagiii...

B, cepetan dooong...

7 comments:

Oni said...

Book jait di sapto ya? review ya bok ntar.. kikikik

prin_theth said...

gue pernah jait di Sapto, tapi bukan buat lamaran ini bok! gue cuma bilang, penjait yg sekarang ini kerjanya (keliatannya) lebih disiplin, sementara Sapto lebih santaeee... bikin deg-degan.

eh dunia kecil nih! nyokap gue tau tante karen hahaha...

Oni said...

Eh kamu ko tau camerku karen?! Ealah sempite dunia..kikikikik

prin_theth said...

nyokap gue lagi ngobrol ngalur-ngidul tentang tante ini dan itu... trus gue kok merasa, ciri-ciri anaknya seorang tante mirip calon suamimu (mau kawin, di singapore, dll)... ooo namanya tante karen, hihihi

Oni said...

Ealah sempit skaliii.. pasti mamamu diundang, ayo kamu juga datang nanti.. hahaha

Anonymous said...

Laila! Apakah desainer B nama aslinya berhuruf depan O dan bersaudara kandung yg kebalikan dia 180 derajat??

prin_theth said...

Ahahaha... rahasya! Semua akan di-reveal belakangan aahhh (gaya)