Sodara saya pernah bilang, arti honeymoon buat dese adalah, "Travelling sejauh mungkin kantong memungkinkan, sebelum nanti terikat anak dan duit lari ke prioritas lain,"
Tahun lalu dese nikah, dan untuk membuktikan pernyataannya, berangkat lah do'i dan suaminya ke Amerika Selatan - semua lengkap dijajal mulai dari Machu Picchu di Peru sampe Ipanema di Rio de Janeiro! Laknaaat!
Sidenote: yah, duit dese dan suaminya bottomless pit juga sih... Pacarannya aja ke Yurop!
Anyway, I'm so happy for them, yet, rasa iri dalam hati ini rasanya tak terbendung. Rasanya saya pengen nyaingin dengan honeymoon ke bulan beneran. Padahal saya sempet niat nggak honeymoon, lho, supaya duitnya bisa cepet dibuat ngebangun rumah.
Sumpah, saya kira itu adalah keputusan bijaksana nan dewasa, eeeh ternyata ditentang sama semua orang. Katanya, kita bisa aja travelling sebulan sekali sama suami abis nikah nanti, tapi sensasi honeymoon nggak akan pernah keulang. Meski ke Garut atau Bandung aja, tetep musti pergi.
Ya sudah. Maka beberapa bulan lalu, saya nanya ke T.
"Pih, kita mau honeymoon kemana?"
"Italia."
"HHLOH KOK?! Udah bikin keputusan sendiri? Kenapa Itali?!"
"Soalnya belum pernah."
"Kenapa Italia? Kalo ngomong belum pernah, kamu juga belum pernah ke Kenya, Mumbai..."
"Pertama, aku mau negara dingin. Kedua, you love art. Ketiga, aku nggak suka Paris, overrated, dan menurutku Roma lebih cantik."
See, this is what I love and hate about T. Orangnya suka bikin janji surga, meski tujuannya baik, untuk menyenangkan hati saya. Tapi janji surganya ini kadang beneran diwujudkan (unexpectedly), tapi lebih sering hanya pemanis bibir saja.
Mari kita flashback ke pembicaraan dahulu kala,
"Pih, kira-kira wedding singer kita nanti siapa?"
"Zee Avi."
*we're both among the first who discovered Zee Avi jaman dahulu, waktu awal-awal pacaran. Since then, we're a fan.*
"Buset! Nerbanginnya jauh amat?!"
"Dia di Malaysia 'kan?"
"Bukan, pinter. Di Los Angeles sekarang."
"Oh, bisa lah. Tetep Zee Avi."
Dan sekarang T lupa conversation tersebut pernah terjadi. Wedding singer kami tetep gambang kromong hihihi.
Jadi, sudah pasti saya nganggap janji manisnya untuk plesir ke Roma, Firenze dan Venice hanyalah pancingan surgawi. Siap-siap booking tiket ke Denpasar deh.
Sekitar lima bulan sebelum nikah ini, T masih ngojok-ngojok ke Roma. Dia pun mengingatkan, nanti makin lama nikah, kemungkinan hamil semakin besar, kesempatan travelling jauh semakin kecil. Demmit, gan, bener juga ya. Trus saya tantangin, ah cemen amat ke Roma, ke Ameriki aja yuk, kuat nggak? Dengan gagah berani, dese menyanggupi. Pokoknya ke luar perbatasan Asia. Katanya, keputusannya sudah bulat, duit hasil korupsi dan ngerampok bank udah siap, dan bosnya udah teken kontrak darah supaya ngasih cuti dua minggu. Horeee!
Ndilalah, baru-baru ini, pengeluaran untuk nikahan membengkak sampe ratusan persen dan duit rampokan bank-nya T pun sebagian besar ludes. Ditambah, bosku menolak mentah-mentah permintaan cuti saya sampe dua minggu. Cukup empat hari saza! Mungkin dia pikir, pegawai probation kok kurang ajar.
Maaakkk, rasanya saya pengen bakar buku Lonely Planet's Guide to Rome dan booking-an tiket kami ke San Francisco (bukti ke-PD-an tanpa persiapan matang, jangan ditiru ya), seduh abunya, dan minum airnya dengan penuh rasa kegetiran. Dan untuk menambah taburan garam diatas luka, dua minggu lagi T wawancara visa di kedutaan Ameriki, dan visa Schengen ambo pun hampir siap. Sedep.
6 comments:
Hahahahahahahahhahah, maap ga tahan untuk tidak ketawa ngakak. welkoom to de klaab! gue juga sudah membakar tiket pp jakarta-frankfurt walaupun masih dalam e-ticket, sempet2nya gue print trus gue injek2. ESMOSIS!yaudah gpp denpasar pun amboy bukan, yang penting bisa diaduk2 sama suami tercintah :) kikikikik
moga honeymoonnya sukses yaa...dimanapun itu...he..he...yg pentingkan sama suami
Becuuul sensasi hanimun emang susah terulang kembalii. Ayo jadiin dong jjs ke yitalii nya, ih pasti seruu, 4 hari nya cuti seminggu nya ijin sakit aja sama kantor hehe!
Nadia: ohmaygulay, asli deh... sama bener kitah hahaha. Gue pengen banget bakar bukingan2 tiket itu, gue seduh abunya, trus gue sembur ke bos gue! Esmosa tahap tinggi! Tapi ya sih, esensinya emang diaduk-aduknya itu hihihi
LOTM: hehe iya makasih mbak :)
Shoumie: kayaknya kita mau ke itali yang di Cibubur aja deh... eh apa tuh, komplek perumahan yg ada tiruan kincir angin, menara eiffel, colosseum di Roma dll hihihi
Laila, gue hamildun 8 bulan aja masih ke Bali, masak elo gak bisa?! *nyolot*
Kan gue mau bungee jumping dari Gunung Agung, Cep!
Post a Comment